Harapan dalam Tidurku
Tuhan, Izinkan Aku Tidur Dengan Tenang
Pagi itu suasana begitu ramai. Banyak suara yang mencoba menemaniku agar damai. Semua nya seakan tak asing. Aku pernah berada di sana. Dan, aku kini ada di sana, asyik memandangi orang yang tak memperdulikanku. Bahkan, dirikupun tak peduli akan kehadiranku.
Matanya tertutup rapat, tak ada pergerakan pada matanya seperti saat tidur. Aku mengenali wajah itu. Tapi di mana? Pertanyaan itu muncul. Saat ini kurasakan diri ku melayang, tanpa beban, tapi sesak di tempat ini semakin sesak. Tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, semua sesak. Suara yang terdengar pun mulai berdengung.
Kupalingkan diri ke arah lain untuk menjauhi bising yang semakin mengganggu. Terus menjauh, berusaha menjauhi suara itu. Terhenti pada tempat yang sudah ku kenal lama. Rumah kecil ini serasa sangat jauh. Kamar yang seharusnya jadi tempat tidur ku, kini kosong. Tak ada musik penyemangat yang kudengar. Tidak lagi memutar tasbih disaat aku bosan. Sesal menguasai. Di depanku kini sebuah cermin dengan bingkai warna coklat. Wajah itu, rupa yang aku lihat tidur dengan tenang. Ya kini aku tahu aku lah yang di sana, orang itu mirip seperti aku, wajahku begitu mirip dengan nya.
Semua sudah terhenti, suara itu pun terhenti. Tak ada suara berdengung lagi. Seakan dunia terhenti. Kini aku tak tahu aku ada di mana. Tempat ini sudah sepi. Dan kaki ku rasanya mati tak kupahami apa yang aku perbuat hingga sekarang aku berada di jalan yang selalu di lewati orang untuk ke Masjid. Berdiri memandangi mereka berjalan dengan cepat. Di keempat sisi mereka berlari kecil. Pada keempatnya pundak mereka menanggung beban, setengah tabung terbungkus kain hijau dengan payung di bagian depan. Begitu cepat nya seperti apa yang mereka bebankan pada pundaknya adalah barang yang cepat busuk atau bongkahan es yang akan mencair saat terkena panas.
Itu adalah aku, lelap dalam tidur yang sama sekali tak terganggu oleh kebisingan orang di sekitarnya. Aku pun tak lagi ingat apa masalah ku, yang kutakutkan adalah sebegitu banyak dosaku akan kah Tuhan mengampuniku dengan do'a-do'a dari mereka. Ku harap mereka pun memaafkan ku.
Ek, 16/11/20
Komentar
Posting Komentar