Lagu Umpatan Anak

Kapan terakhir kali kita mengumpat? Menghina? siapa saja yang kita umpat di dunia ini, sahabat, teman diskusi atau bahkan Orang tua? 

Namun saat ini umpatan-umpatan itu dianggap wajar. Sedang dalam tata krama jawa sendiri alangkah baiknya untuk tidak mengucapkannya. Kita tidak tahu apa yang mereka tangkap atau apa yang kita pahami terkadang berbeda dengan apa yang mereka pahami.  Bagaimana ketika kita ucapkan itu kepada orang tua, nenek kakek, atau tetangga? 

Apalagi kata umpatan kini tengah viral, terutama di tik tok. Memang hanya kata yang mlenceng hurufnya namun memiliki arti yang sama seperti umpatan. Apa tidak ada kata lain, kecuali mengawali pembicaraan dengan umpatan( untuk yang satu ini jujur saya sendiri pernah melakukan, namun sama saja ada rasa sakit hati ketika ada orang berbicara seperti itu kepada saya).

Kata adikku "kalau mau keren itu harus misuh (ngumpat) Harus ngomong anjing, anjrit, bangsat, bajingan. Biar jayak orang Jakarta."Astaga  nakal biar jadi keren.

Kita tahu sendiri akhir akhir ini banyak video  di tiktok yang memakai bahasa yang selama ini di anggap sebagai kata yang tidak sopan. Mungkin yang masih melekat di ingatan adalah promosi roti odading, atau apapun itu, ya Ade, yang saat itu sering kita jumpai di televisi.  Ia terkenal karena promosinya “out of the box“, sehingga ia pun banyak direspon oleh pengguna media sosial sampai diundang oleh televisi swasta. Kebanyakan orang mungkin menyorot ucapan "rasanya seperti anda jadi iron man" tapi disamping itu ada yang kurang pantas " rasanya anjiiing banget"  oke, di sini saya tidak akan sensor (meskipun di video disensor, tapi jelas-jelas menunjukkan hal seperti itu bukan? Jadi apa gunanya disensor jika tidak berniat sebagai umpatan. Karena ia terkenal karena hal yang kurang buruk ( terkenal bukan karena prestasi, atau karya ya nggak bisa disebut artis.)  Hal ini membawa dampak buruk bagi anak anak generasi tik tok menganggap hal itu lumrah, sehingga dibenarkan dan dilafalkan, mungkin mereka tidak tahu apakah itu kata santun atau tidak.  Bahkan di tiap nyanyian pun berisi umpatan ( kadang ingin sekali marah).

Loh  bukannya kita harus mengikuti alur perkembangan? 

Jika itu berdampak baik ya silahkan, tapi karena nyatanya tidak berdampak baik sama sekali ya buat apa? Waktu memang bisa mengubah segalanya  termasuk tata krama. Jadi, jika bukan manusia nya yang melanjutkan tata krama itu supaya selalu penting ya siapa lagi? tidak mungkin anjing yang melakukan nya? (padahal kata ini sering dijadikan sebagai kata umpatan) 

Kenapa hal ini bisa dianggap wajar? Apa para orang tua yang kurang memperhatikan anak? Atau anak yang salah memilih pertemanan? Atau mereka menganggap hal itu kata perdamaian? Kata pertemanan? 

Pada dasarnya umpatan bisa merusak hubungan. Kebayangkan jika ada teman yang datang nggak ada angin, nggak ada hujan langsung ngumpat marah di depan kita, ya tentu kita gak terima meskipun kadang ada yang bilang "kenapa bro?" sebagai jawab an akrab. Tapi jika teman atau orang yang sedang tidak enak hati bagaimana, kita akan dianggap ngajak berantem. 

Di sinilah peran orang tua untuk mengawasi, memperhatikan dan membimbing anak, (saya tidak tahu mana yang harus lebih dulu)  karena rasa keingin tahuan anak, terkadang meniru teman sebaya nya yang kurang sopan, alangkah baiknya Orang tua memberi nasehat, ini benar dan ini salah. Karena didikan pada anak dengan cara yang baik akan berdampak baik pula, begitupun sebaliknya, namun hal ini tidak menutup kemungkinan anak akan menjadi nakal di kemudian hari jika bimbingan ini hanya berhenti saat itu saja. Harusnya berlanjut meskipun tiap fase kehidupan berbeda tantangan tapi sama saja kesopanan adalah hal penting. 

Satu kalimat dari Mahatma Gandhi

"Jika  kita menginginkan kedamaian yang sesungguhnya, kita harus memulainya dengan mendidik anak-anak.” 

Mahatma Gandhi. 


Komentar

Postingan Populer