Nama yang Halus
Teman...
Maaf jika selama ini kau pergi karena aku bukan lah yang terbaik buatmu.
"Cukup ya kurasa sampai sini saja kurasa kita sudah tak cocok lagi untuk jadi sahabat." itu dari kertas lusuh yang pernah kubaca. Balasan surat yang digeser dari satu bangku kebangku yang lain. Kita berkirim puisi atau kata-kata bijak untuk saling menguatkan.
Karenamu aku mengenal buku dan bermain mengolah kata meskipun aku sudah suka membaca sejak SD, dan luntur saat kelulusan, dan kau membawa kembali semua itu. Menyanyilah, membaca, dan menuliskah yang utama?
Ahh iya kupikir begitu, tapi baru sekarang ku sadari jika aku tidak baik buatmu.
Terima kasih sudah pernah ada buatku. Dulu aku masih belum tahu ada ruang yang tepat diantara kita.
Maaf jika aku selama ini tak pernah menghargai sebuah hubungan, terima kasih telah memberiku kesempatan untuk mengenal kata sahabat, teman, dan apapun itu.
Terima kasih,karena aku paham sakitnya ketika aku mengenal orang-orang baru. Dan menjadi bagian dari kisah hidupku serta teman yang pernah meninggal kan jejaknya disamping jejakku.
Komentar
Posting Komentar