Perbaiki

 Bocah itu terduduk bosan, memandangi rumah yang ia tinggali selama kurang lebih 10 tahun ini, terasa tidak seperti rumah. Air hujan masih masuk membasahi rumahnya. 


Ia duduk di salah satu bagian rumahnya, di pojok yang syukurlah air pun tidak akan masuk membasahinya, ia  mengawasi dengan jeli kalau ada air yang berhasil masuk melalui atap. Dengan segera ia mengambil bak, untuk menampungnya.  


Musim penghujan ini menjadi masalah tersendiri untuknya, ia harus mengepel jika hujan reda. Dan akan terus berlanjut duduk di sana hingga hujan reda.  Rumah di sekitar rumahnya tidak seburuk rumah miliknya,pikir nya. 


Mengapa rumah lain begitu tentramnya, ia mengamati dibalik jendela kecil, anak-anak seumurannya  bisa main hujan dan berganti pakaian setelahnya lalu tidur dengan damai di atas dipan dan di balik balutan selimut hangat.  Semua itu ia pernah merasakannya saat berusia lima belas tahun, dengan keluarga lengkap hingga masalah itu terjadi, bencana yang merenggut semua yang ia miliki. Keluarganya, hartanya, rumah yang besar, dan kebebasannya. Semua hilang. 



Rumah ini perlu diperbaiki atapnya, bukan selalu dibersihkan. 

 Perbaiki akarnya bukan masalahnya

Komentar

Postingan Populer