Teruntuk Si Manis 2
Kenapa tak diberitahu sedari awal jika aku sudah tidak memiliki tempat di sini.
Padahal jika lebih awal diberitahu jika ini bukan jalanku atau jalan untuk kita bersama, pastinya aku paham dan menepi dari jalan.
Tetapi kini ada jalan yang lebih mulus, hingga melenakan kita untuk selalu berjalan padahal kita harusnya berbeda haluan.
Pertigaan yang membuat kita harus terpisah sudah nampak di hadapan. Namun apa yang kita pilih? Kita memilih untuk tetap lurus, bersama, beriringan hingga kita merasakan sakit teramat pada ulu hati.
Ya kurasa bukan kita yang jadi kambing hitam, tapi aku kambing hitam itu sendiri.
Dan aku masih ada di sini, menyorot diri sendiri dengan segala kesalahan.
Komentar
Posting Komentar