Pamit ya!
Sedang apa?
Ingin pamit.
Pamit dengan siapa?
Bukan dengan siapa tapi apa.
Ah ya terserah, jadi apa? Maksudnya pamitan dengan apa?
Pertama aku ingin berpamitan dengan hidup, kedua dengan rumah, dengan keluarga, selanjutnya dengan perjuangan yang tiada hasil ini.
Kenapa?
Aku kecewa pada diri ini, kenapa tidak berguna, kurasa lebih dari itu, aku sangat tak berguna. Kenapa orang lain bisa segala hal. Kenapa aku sebegitu bodohnya hingga tak tahu akan banyak hal. Tak mampu mengingat apa yang diajarkan.
Lebih kecewa lagi, karena aku mengecewakan semua orang, meskipun terkadang semua itu di luar kendali ku.
Meluapkan api yang terkandung dalam jiwa. Dan. Asap akan mengepul jauh. Dan jiwa ikut bersamanya.
Komentar
Posting Komentar