SIM

 Aku sudah memilih untuk gila tidak untuk apapun lagi. Karena hanya kamu. Kau, dan kamu lagi hingga seterusnya yang ada dipikiran. Menyita semua waktu dan tempat tanpa dipersilahkan. Karena itu adalah hak paling istimewa tanpa kusadari sudah kuserahkan padamu. 


Tatapan itu tak pernah kulupa meski hanya sekali seumur hidup, Tapi mampu mengikatku sedemikian rupa. 


Memilihmu tanpa ada pilihan lain meskipun kau tak memilih ku. 


Merelakanmu memilih yang lain, tanpa aku memiliki mu, sedang aku memilihmu untuk jadi satu-satunya laut tempat ku bermuara, adalah kebodohan, atau memang aku gak waras. Gila? 


Tak apa.

ku pikir yang terbaik buat mu adalah pilihan untukku. Dan aku percaya kita terikat, dan akan selalu seperti itu. Terikat dengan ikatan yang tak pernah nyata, namun ada. 


Ikatan yang lebih kokoh daripada pernikahan yang bisa terpisah karena perceraian. 


Bagaimana jika Tuhan yang menakdirkan kita untuk menjadi sepasang kekasih di tangan-Nya. Tanpa harus mempersatukan kita di dunia. Kuharap. Tapi tidak. 


Jadi untuk apalagi aku waras. Menentukan warna hidup dengan kegilaan adalah pilihan. 


Sedikit menyesal, sedikit saja. 


Beri aku surat izin memilikimu dan memilihmu. Walau hanya dalam mimpi. 

Komentar

Postingan Populer