Candrika
Candrika tersenyum
Candrika tertawa
Wajahnya cerah
Hatinya kecewa
Berkatalah dia pada pohon didepannya, pohon setengah batangnya telah digerogoti rayap. Sekali lagi ia menyeka air disudut matanya. Ia berdiri, dengan tenang masuk ke rumah, pintu tertutup pelan.
Ia bergumam dalam hati “seandainya ada cinta yang sesungguhnya untukku, aku ingin cinta itu!
Pintu kembali terbuka, tak seperti biasanya kali ini suaminya pulang lebih awal.
Candrika mencoba tersenyum.
Candrika tampak bahagia.
Wajahnya cerah.
Hatinya kecewa.
Ini hari kesekian ia tak bercakap dengan suaminya. Kekasihnya pergi, hatinya terbawa. Suaminya bukanlah kekasih yang ia cintai. Tapi Candrika berusaha untuk menghormatinya.
Gsk,300422
Komentar
Posting Komentar