Empat Perempuan dalam Malam
Ia Hanya Ingin Terbang di Malam Hari
Malam kini jadi pendiam, tapi tak suram.
Lebih pendiam dari wanita yang ingin terbang pada malam hari.
Berdiri dengan seulas senyum menyapa para pemilik mobil yang menjemputnya.
Menyewa kamar hotel atau rumah bagi pelanggan yang bujangan.
Toh tak ada melarang.
Tatapannya penuh pesona, mempesona mereka para pengelana malam.
ia hanya ingin terbang pada malam hari.
Dengan sebotol "topi miring" atau sejenisnya ia bisa terbang.
Berkelana di malam hari.
Ia hanya ingin terbang pada malam hari.
Menemani mereka yang mengaku sang petualang cinta sejati.
Padahal mereka sama halnya dengan pecundang.
Ia hanya ingin terbang pada malam hari.
Keluar dari belenggu kesucian dan kebaikan yang dipegangnya pada siang hari.
Sebut saja ia munafik.
Tapi ia tak peduli.
Moral dan norma angin lalu baginya.
Ia hanya ingin keluar dari kepompong mendiamkannya.
Ia hanya ingin terbang.
Ia hanya ingin mengepakan sayap.
Ia hanya ingin terbang tanpa ikatan yang membelenggunya.
Ia hanya ingin terbang pada malam hari.
Dan ia tahu kalian punya julukan sendiri untuk perkerjaannya.
“Kupu-kupu malam.”
Sayang, tak ada di list pekerjaan
Mungkin pedagang?
Atau penyedia jasa?
Kita semua itu pedagang, pebisnis, hanya saja beda jenis dagangannya. Jawabnya saat kalian tanya kenapa.
malam ini ia berjumpa dengan salah satu pelanggannya.
Ada patung yang disembah sebagian orang di bumi, dia memujanya selepas itu ia tutup patung itu dengan kain yang selalu dibawanya saat pergi. Tangannya membalik patung hingga membelakangi ranjang.
Kenapa kau lakukan itu, tanya pria yang bersamanya kali ini.
“Kurasa kau tahu, Dia adalah Tuhan yang disembah sebagian orang. Dan aku malu, karena yang kita lakukan adalah salah,” jawabnya sungguh.
Tapi itu hanya patung. Kau percaya Tuhan?
Ia menoleh, dan mengangguk.
Berpikir sejenak “Entah,”
“Terkadang aku lebih menuhankan uang daripada Tuhan ku.”
“Kau tahu kenapa aku ada di sini?
Hidupku sudah hancur sejak awal. Lagipula aku terlahir dari keluarga pebisnis, hanya saja beda dagangan,” pungkasnya tertawa getir.
Dan ia terbang sendiri malam ini, pelanggannya kali ini pergi meninggalkan segepok uang, masih terdengar pelanggannya memohon ampun pada Tuhannya.
Dan ia sungguh-sungguh terbang malam ini, sendirian.
Malam kali ini lebih tenang untuknya.
★★★
Jika Aku Bagian Tulang Rusukmu
Jika aku bagian dari tulang rusukmu
Apa kau masih menerimaku ketika kau tahu aku tidak sempurna.
Apa kau tidak pergi mencari cinta yang lain?
Ini salahku kenapa aku harus terlahir untuk menjadi perempuan yang tidak sempurna.
Aku terlahir dari perempuan dan aku pun ingin memiliki kesempatan untuk menjadi perempuan.
Takdir ini seakan mempermainkan peranku sebagai perempuan,
sebagai wanita, sebagai istri.
Tidak sebagai ibu dari anak-anakmu.
Ibu yang mengandung berbulan-bulan dengan penuh kasih sayang.
Ya rahim, Rahim artinya Yang Maha Penyayang.
Namun setelah kecelakaan yang menimpa kita tak lagi bisa aku miliki
Kawah kasih sayang itu.
Jika aku sebagai patahan tulang rusukmu.
Apa kau kini sedang mencari penggantiku.
Biar aku yang mencari penggantiku
Malam semakin larut, jendela sudah tertutup rapat.
Hitam merayap lalu menyelubung.
Sepi pun sama merayap menyusup dibalik selimut, tanpa hadirmu.
Kini kau menyusup dibaliknya.
Maafkan aku, katamu
Kau memelukku lalu diam.
“Bagaimana apa kau menerima tawaranku? Menikahlah dengan sahabatku, saat proses bayi tabung kita dimulai,” itu saranku.
Kau menghela napas panjang. Tiapku ajukan saranku.
★★★
Aku mencintaimu, aku harus bagaimana?
Jika mencintaimu adalah kesalahan, maaf.
Tapi apa kata takdir, jika aku mencintaimu
Akupun tak ingin mengikuti jejak kaum Loth
Katamu itu salah.
Aku nyaman bersamamu, berkeluh kesah.
Yang kumiliki hanya perasaan tidak lebih daripada itu.
Namun sama saja, mencintaimu kata mereka adalah kesalahan
Tuhan tak akan membiarkannya.
Tuhan melarangnya.
Jika dalam kisah Ramayana, tak ada yang kukagumi selain Sinta
Ia tak kalah tangguh dari Rama.
Dalam Mahabrata, Gandari, Kunti, Drupadi, mampu menciptakan perang baratayudha.
Jika Hawa dikatakan sebagai penyebab diturunkannya Adam dari surga
Sekalipun tanpa Hawa melakukan kesalahan, bukankah sebelum diciptakannya Adam, Tuhan sudah menakdirkan Manusia sebagai pemimpin di bumi.
Aku mengagumimu sebagaimana aku mengagumi mereka.
Namun kau memilih menikahi kekasihmu itu.
Kau juga memintaku menerima tawaranmu.
Menikahi suamimu, bahagiamu.
Aku tak tahu seandainya itu terjadi, apa aku masih bisa mencintaimu?
Atau aku akan cemburu pada suamimu?
Aku terkadang ingin menolak permintaanmu, tapi tak sanggup aku melihatmu sedih.
Aku harus bagaimana?
★★★
Kuceritakan Masa lalu
Akan kuceritakan sesuatu di sini.
Kalian menyebutku berbohong, terserah.
Tapi aku percaya aku tak berbohong.
Aku bisa mendengar kata yang mereka ucapkan saat tragedi itu terjadi.
Mereka dibunuh.
Bukan kecelakaan. Apalagi kebakaran saat mereka tidur.
Tidak.
Aku bersumpah.
Mereka memiliki dua anak yang aku tolong saat itu. Satu 10 tahun yang satu 4 tahun kala itu.
Ayah ibunya memintaku membawanya pergi.
Kutanyakan apa maksud mereka memberikan anak mereka kepadaku, yang jelas mereka tahu apa pekerjaan ku.
"Akan ada pembunuhan di sini. Selamatkan anakku. Jika sudah saatnya nanti bawa ia ketempat ini.”
Keserakahan yang membutakan pembunuh keji itu. Mereka membakar rumah itu.
Namun, kedua orang tua itu tak menyia-nyiakan waktu semua barang penting, surat-surat itu tersembunyi di gudang kumuh, gudang itu masuk ke wilayah tanah mereka.
Tujuh belas tahun yang lalu.
Kini gadis tertua itu mengikuti jejakku. .
Aku tak ingin ia mengikuti.
Tapi ia keukeh dan menentukan jalannya sendiri.
Untung si bungsu tidak, ia lebih memilih bekerja menjadi kasir.
Kini ia punya sahabat yang baik.
Kurasa saat ini adalah saatnya.
Akan beri tahu tentang tas itu. Semoga mereka mau menerima dan memaafkanku.
Karena baru sekarang tahu.
Rahasia masalalunya.
★★★
Komentar
Posting Komentar